GUYUB RUKUN WARGA DENASRI WETAN

Denasri Wetan, Batang- Suasana hangat menyelimuti balai desa pada Jumat malam, 13 Juli 2018. Perwakilan warga guyub (berkumpul) bersama perangkat desa untuk menyambut Tim Mahasiswa KKN II Undip Desa Denasri Wetan. Acara yang menggambarkan guyub rukun warga desa denasri wetan ini dimulai pada pukul 21.00 WIB. Pak Santoso selaku sekretaris desa menjadi moderator pada acara kali ini. Sambutan dari pak lurah, yaitu pak Amat Abdullah menjadi bagian pembuka acara guyub rukun.

Sambutan pembakar semangat

Betapa sederhananya pembawaan beliau, dengan senyum ramah beliau mengatakan, “ Selamat datang mahasiswa KKN Undip. Warga desa denasri wetan siap menyambut mbak-mbak dan mas-mas sekalian sebagai keluarga. Yang penting kerasan di sini, air dan listrik lancar nggih.”

Sambutan berikutnya sedikit menegur sekaligus membakar semangat Tim Mahasiswa KKN II denasri wetan. Pasalnya, pak Siswoyo selaku BPD desa denasri wetan mengatakan, “Di sini kalian bukan sekedar pindah tidur. Kalian justru haruslah produktif, bermanfaat. Jangan menyianyiakan kesempatan 42 hari ini mbak, mas!”

Tentunya istilah “KKN pindah tidur tok” marak di kalangan mahasiswa. Banyak yang mengatakan di KKN banyak waktu luang, kerjaannya makan-tidur-makan-tidur. Tapi dengan lecutan semangat dari pak siswoyo dan warga denasri wetan lainnya, memperkuat tekad kami untuk benar-benar mengadi di desa denasri wetan.

Perkenalan perangkat desa dan warga

Setelah dibuka oleh sambutan, dilanjutkan perkenalan seluruh perangkat desa, yaitu terdiri dari struktur organisasi inti Lurah dan perangkatnya serta 4 orang kepala dusun (kadus). Desa denasri wetan sendiri terdiri dari 4 dusun (RW) dan 27 RT. Masing-masing dusun memiliki corak permasalahan dan potensi yang berbeda. Tentunya program KKN yang dilaksanakan harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing dusun. Di acara ini turut hadir perwakilan dari bidan desa yaitu bu Intari serta perwakilan ibu-ibu PKK. Hanya saja perwakilan dari karang taruna belum bisa hadir karena ada agenda lain.

Selain perkenalan dari warga denasri wetan, mahasiswa KKN pun ikut memperkenalkan diri. Masing-masing menyebutkan nama, jurusan, dan asal. Setiap kali menyebutkan jurusan yang berbeda-beda, warga mengucapkan permasalahan maupun harapan kepada mahasiswa KKN. Hal ini sangat membantu tim mahasiswa untuk merancang program yang sesuai dengan masalah maupun harapan masyarakat. Di penghujung acara, tim mahasiswa KKN disambut oleh hangatnya bakso sebagai suguhan penutup.

Bakso ala denasri wetan, harapan yang terpendam

Salah seorang warga yang merupakan ketua RT dengan julukan Pak Kaji menyeletuk, “ Yah mbak mas ajarin buat bakso yang kayak gini nih. Warga bisa jualan kan produktif mengolah bahan yang ada. Di sini banyak tambak dan ternak to. Kalau udah banyak yang jual baksonya kan bisa merantau ke kota lain dan menyebarkan ilmu cara buat baksonya.”

Mungkin omongan pak Kaji hanya selingan canda ala warga denasri wetan. Tapi tidak untuk kami. Poin bakso yang dikatakan Pak Kaji akan kami masukkan dalam sebuah program UMKM sehingga keinginan spontan pak kaji dapat diwujudkan di desa denasri wetan. Semoga potensi dan permasalahan desa Denasri Wetan dapat digali lebih sehingga menghasilkan yang memberdayakan mesarakat menjadi lebih produktif.

Tinggalkan komentar

17 + twelve =